15 Jul
GWT, AJAX, WEB2.0, WEB3.0, HTML5
Fitur baru yang akan ada pada HTML5 adalah canvas. Seperti namanya, fitur ini digunakan untuk menggambar dalam web page.
D ulu untuk penggambaran di web page harus digunakan Applet Java atau Flash. Tapi dengan HTML5 cukup hanya dengan menambah sudah bisa. Ada beberapa metode untuk menggambar garis, kotak, lingkaran, karakter, maupun menambah image. Perintah canvas ini tidak bekerja sendiri, tapi tetap didukung dengan javascript.
Penggambaran dengan canvas seperti menggambar pada peta dengan program seperti ArcGIS atau MapInfo atau AutoCAD, dimana penempatan titik memperhatikan koordinat, tapi sistem koordinatnya tentunya berbeda dengan program pemetaan geologi.Hanya x dan y saja yang dipakai. Titik awal koordinat yaitu titik (0,0) terletak pada sudut kiri atas.
Eksplorasi Google Web Toolkit (GWT)
Google Web Toolkit adalah framework yang ditawarkan Google untuk membuat aplikasi AJAX. Saya menggunakan framework ini dalam mengerjakan proyek sepanjang satu semester lalu di mata kuliah Proyek Perangkat Lunak (PPL).
Secara umum, kelebihan yang ditawarkan GWT ini yang dapat saya eksplorasi antara lain:
• Anda dapat mengkode aplikasi AJAX dalam Java (yang tentunya lebih mudah dibanding JavaScript^^). Nanti compiler akan mengoversi client-side code ke dalam JavaScript. Sedangkan server-side code tetap dijalankan dalam kode biner Java.
• Banyak kelas primitif yang disediakan (kelas Widget dan Panel) untuk membuat user interface. Nanti compiler akan mengonversi secara dinamis ke dalam tag-tag HTML. Mudah berkomunikasi client-server dengan mekanisme Remote Procedure Call (RPC) dengan fasilitas “GWT-RPC Service”. Anda tetap dapat menulis kode secara native untuk HTML, JavaScript, submit form, dsb.
Namun ada juga kekurangannya, yaitu:
• Jika menggunakan Netbeans IDE, anda dapat menggunakan plugin GWT4NB untuk memudahkan membangun aplikasi dengan framework GWT. Tetapi, GWT4NB ini masih Beta Version sehingga terdapat bug-bug yang mengganggu.
• Aplikasi yang dihasilkan relatif besar ukurannya.
Asynchronous JavaScript and XMLHTTP, atau disingkat AJaX, adalah suatu teknik pemrograman berbasis web untuk menciptakan aplikasi web interaktif. Tujuannya adalah untuk memindahkan sebagian besar interaksi pada komputer web surfer, melakukan pertukaran data dengan server di belakang layar, sehingga halaman web tidak harus dibaca ulang secara keseluruhan setiap kali seorang pengguna melakukan perubahan. Hal ini akan meningkatkan interaktivitas, kecepatan, dan usability. Ajax merupakan kombinasi dari:
* DOM yang diakses dengan client side scripting language, seperti VBScript dan implementasi ECMAScript seperti JavaScript dan JScript, untuk menampilkan secara dinamis dan berinteraksi dengan informasi yang ditampilkan
* Objek XMLHTTP dari Microsoft atau XMLHttpRequest yang lebih umum di implementasikan pada beberapa browser. Objek ini berguna sebagai kendaraan pertukaran data asinkronus dengan web server. Pada beberapa framework AJAX, element HTML IFrame lebih dipilih daripada XMLHTTP atau XMLHttpRequest untuk melakukan pertukaran data dengan web server.
* XML umumnya digunakan sebagai dokumen transfer, walaupun format lain juga memungkinkan, seperti HTML, plain text.
XML dianjurkan dalam pemakaian teknik AJaX karena kemudahan akses penanganaDOM
* JSON dapat menjadi pilihan alternatif sebagai dokumen transfer, mengingat JSON adalah JavaScript itu sendiri sehingga penanganannya lebih mudah
Seperti halnya DHTML, LAMP, atau SPA, Ajax bukanlah teknologi spesifik, melainkan merupakan gabungan dari teknologi yang dipakai bersamaan
Faktor penting yang lain dari arsitektur AJAX adalah request dan response dijalankan secara asinkron : AJAX tidak melarang user untuk melakukan proses lain pada halaman yang dipakai. User dapat mengisi dan menggunakan area lain pada halaman, sedangkan AJAX bekerja pada background.
Yang terakhir, AJAX mengijinkan user untuk berinteraksi dengan server sebagai respon terhadap seluruh hal yang dilakukan oleh user. Arsitektur yang ada sebelumnya hanya mengijinkan kita untuk berkomunikasi dengan server pada saat user menekan tombol atau link yang akan mengirim data pada halaman. AJAX memperbolehkan untuk me-request data baru dari server dalam bentuk mouseovers, keypress dan even lain yang dikenali oleh JavaScript.
teknologi yang saling berinteraksi : JavaScript menangkap isyarat, gerak serta aksi. Sebagaimana pada situasi yang mungkin terjadi, JavaScript menggunakan jalur komunikasi pada server (object JavaScript dengan nama XMLHttpRequest) untuk memanggil method yang tersimpan pada server dan menggunakan XML sebagai mekanisme pengiriman data. Jika JavaScript pada client telah menerima respon dari server, maka JavaScript akan menggunakan kemampuan bawaannya untuk memanipulasi struktur DOM halaman untuk menambahkan content yang didapat dari server. Perubahan yang terjadi pada struktur DOM kemudian diterjemahkan oleh browser pada client, sehingga meningkatkan efek interaktivitas pada user.
Google Web Toolkit (GWT / ɡwɪt / ) adalah open source seperangkat alat yang memungkinkan pengembang web untuk membuat dan memelihara kompleks JavaScript -end aplikasi depan di Jawa . Hal ini berlisensi di bawah Lisensi Apache versi 2.0
GWT menekankan reusable , solusi efisien untuk berulang Ajax tantangan, yaitu panggilan asinkron prosedur remote , manajemen sejarah, bookmark , Internasionalisasi dan cross-browser portabilitas .
Berikut adalah fungsi JSNI sederhana untuk panggilan dari app GWT Anda untuk mengarahkan ke URL yang berbeda.
avaScript Native Interface (JSNI) dalam Google Web Toolkit (GWT) memungkinkan Anda untuk menggunakan bagian dari aplikasi GWT di luar aplikasi, dan juga untuk menggunakan JavaScript bahwa itu bukan bagian dari app GWT. This tutorial will show you how to read in JavaScript variables set on the page, and how to call GWT functions from the html page. Tutorial ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana membaca dalam variabel ditetapkan JavaScript pada halaman, dan bagaimana memanggil fungsi-fungsi GWT dari halaman html.
Fungsi asli adalah komentar dalam kode Java karena JavaScript dan bukan Jawa, tetapi disebut seperti fungsi normal di seluruh kode. $win represents the JavaScript Window object which is used here to reference our first_name variable on the page. $ Menang merupakan objek JavaScript Window yang digunakan di sini untuk referensi variabel first_name kami pada halaman. The function will return the value of the first_name variable, and it can then be used in the GWT Java code like any other variable. Fungsi ini akan mengembalikan nilai variabel first_name, dan kemudian dapat digunakan dalam kode Java GWT seperti variabel lainnya.
WEB 2.0
Web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya generasi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.
Web 2.0 memungkin orang yang benar benar buta sama sekali tentang internet, untuk membuat sebuah aplikasi web base dalam hitungan menit.ciri yang paling menonjol adalah adanya interakasi dua arah antara pemilik dan pengguna layanan. Pada Web 1.0 hanya mengutamakan kepentingan satu pihak, sedangkan pada
generasi keduanya, user dapat ‘masuk’ ke dalam system untuk membentuk jaring jaring sosial di internet.
WEB 3.0
Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001. Web 3.0 berhubungan dengan konsep Web Semantik, yang memungkinkan isi web dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli pengguna, tapi juga dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen software. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0 sebagai Web Semantik itu sendiri.
Keunikan dari Web 3.0 adalah konsep dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situs Web. Web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan tanpa kita minta.
Web 3.0 terdiri dari:
- Web semantik
- Format mikro
- Pencarian dalam bahasa pengguna
- Penyimpanan data dalam jumlah besar
- Pembelajaran lewat mesin
- Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web
Web 3.0 menawarkan metode yang efisien dalam membantu komputerdata dengan kapasitas yang luar biasa besar. mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan
Walaupun masih belum sepenuhnya direalisasikan, Web 3.0 telah memiliki beberapa standar operasional untuk bisa menjalankan fungsinya dalam menampung metadata, misalnya Resource Description Framework (RDF) dan the Web Ontology Language (OWL). Konsep Web Semantik meta data juga telah dijalankan pada Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar Networks, dan sebuah development platform, Jena.
HTML5
HTML 5 adalah versi baru dari HTML dan XHTML.Di masa depan, format HTML5 akan menjadi sangat penting bagi penyedia layanan browser, dalam memajukan alat perambannya menjadi lebih kaya aplikasi, web yang interaktif dan desain situs yang menarik.HTML 5 meningkatkan interoperability dan mengurangi biaya pengembangan dengan membuat aturan yang tepat tentang bagaimana untuk menangani semua elemen HTML, dan bagaimana untuk recover dari erorrs.Beberapa fitur baru dari HTML 5 adalah fungsi untuk embedding audio, video, grafik, clint-side data storage, dan interactive documents. HTML 5 juga berisi elemen baru seperti , , , dan .Tim kerja HTML 5 termasuk AOL, Apple, Google, IBM, Microsoft, Mozilla, Nokia, Opera, dan ratusan vendor lainnya.
AJAX
Asynchronous JavaScript and XMLHTTP, atau disingkat AJaX, adalah suatu teknik pemrograman berbasis web untuk menciptakan aplikasi web interaktif. Tujuannya adalah untuk memindahkan sebagian besar interaksi pada komputer web surfer, melakukan pertukaran data dengan server di belakang layar, sehingga halaman web tidak harus dibaca ulang secara keseluruhan setiap kali seorang pengguna melakukan perubahan.
AJAX menggunakan arsitektur pemrograman tersebut pada aplikasi Web. Daripada memberikan sebuah halaman penuh pada server dan mendapatkan pula sebuah halaman penuh sebagai hasil operasi, AJAX mengijinkan kita untuk mengirimkan request dalam ukuran yang lebih kecil pada server. Halaman yang terpakai hanya termodifikasi untuk menampilkan hasil, bukan tergantikan dengan sebuah halaman baru.
Faktor penting yang lain dari arsitektur AJAX adalah request dan response dijalankan secara asinkron : AJAX tidak melarang user untuk melakukan proses lain pada halaman yang dipakai. User dapat mengisi dan menggunakan area lain pada halaman, sedangkan AJAX bekerja pada background.
GWT
Google Web Toolkit adalah salah satu engine buatan om google, GWT ini adalah engine yang mengGenerate kode Java menjadi JavaScript,, dan GWT ini berbasis AJAX. Tujuan GWT adalah untuk memungkinkan pengembangan aplikasi web yang produktif berkinerja tinggi tanpa pengembang harus menjadi ahli di browser quirks, XMLHttpRequest, dan JavaScript. GWT digunakan oleh banyak produk di Google, termasuk Google Wave dan versi baru AdWords selain itu program dari hasil GWT ini yang sering kita pakai adalah google mail dan yang pasti search engine google pake GWT. Syarat untuk menggunakan GWT ini adalah mempunyai account Google (Gmail). Tool penting yang ada dalam Google Webmaster Tools (GWT) ini antara lain :
* Submit Sitemap (Mendaftarkan sitemap ke Google)
* Top Search Quaries (Mengetahui berapa banyak hasil pencarian dan berapa banyak yang menghasilkan pengunjung)
* Links to your site (Mengetahui berapa banyak melakukan link ke dalam website / blog)
* Crawl errors (Informasi dari Google apakah ada error atau kesalahan saat meng-crawl website)
* HTML suggestions (Informasi saran yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan performa website dalam hal SEO)
Webmaster tools merupakan salah satu senjata yang cukup ampuh untuk mengimplementasikan teknik-teknik Search Engine Optimization (SEO). Apa fungsi menggunakan Webmaster tools ini ? Minimal ada 3 fungsi utama yaitu :
1. Mendaftarkan URL (Url Submit) ke Search Engine yang bersangkutan
2. Mudah untuk melakukan submit Sitemap
3. Memantau Search Engine dalam peng-index-an atau crawling
Lalu Webmaster tools apa yang harus kita prioritaskan untuk dicoba ? Paling tidak ada 3 tools yang wajib dicoba :
1. Google Webmaster Tools (GWT)
GWT merupakan tools yang paling senior dan paling lengkap feature nya. GWT ini bisa diakses di http://www.google.com/webmasters/sitemap/
Syarat untuk menggunakan GWT ini adalah mempunyai account Google (Gmail).
Tool penting yang ada dalam Google Webmaster Tools (GWT) ini antara lain :
- Submit Sitemap (Mendaftarkan sitemap ke Google)
- Top Search Quaries (Mengetahui berapa banyak hasil pencarian dan berapa banyak yang menghasilkan pengunjung)
- Links to your site (Mengetahui berapa banyak melakukan link ke dalam website / blog)
- Crawl errors (Informasi dari Google apakah ada error atau kesalahan saat meng-crawl website)
- HTML suggestions (Informasi saran yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan performa website dalam hal SEO)
Cara Menggunakan GWT adalah :
1. Kunjungi http://www.google.com/webmasters/sitemap/
2. Lakukan Sign In menggunakan Google Account, atau klik tombol Create an account now
3. Setelah masuk ke dalam halaman GWT, klik tombol Add a site. . .
4. Masukkan URL website atau blog, lalu klik tombol Continue
5. Pada halaman Verify ownership, lakukan verifikasi dengan pilihan cara :
- Meta tag : dengan cara memasukkan code verifikasi setelah tetapi sebelum
4 Jul
Selamat Datang di BrommocoraH
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Komentar Responden